workshop: film



Elemen yang Perlu Diperhatikan Saat Memproduksi Film

PRA PRODUKSI:

*

Riset : tujuan (5W + 1H) dan pointer (arsitektur, budaya, kondisi geografis, dsb) * Pemahaman Alat (penggunaan kamera, lensa yang disesuaikan pemahaman workflow) * Perspektif dan Kepekaan (referensi konteks, ngobrol saat pengambilan footage)

PRODUKSI

*

Teknis Lapangan (penyesuaian petunjuk teknis) * Kreativitas (teknis kamera dalam penyampaian gambar dan estetika) * Strategi Alat (bobot, adat, ketidaknyamanan warga terkait aturan pengambilan gambar) * Penyelesaian Masalah (memperhatikan larangan dan ketidaksiapan alat)

PASCA PRODUKSI

*

Foldering (penyimpanan terpusat, terorganisasi, dan mudah dicari) * Potensi Narasi (koordinasi materi dan tujuan awal riset) * Naskah Baru (skrip yang sudah difiksasi) * Editing (storage, editing, coloring, exporting)

Cara Mendokumentasi dan Memproduksi Sebuah Film dengan Organisasi yang Baik

a. PLAN YOUR FILM

menentukan genre, tema, durasi film yang ingin ditampilkan ke penonton. Untuk film ekskursi terdiri dari Introduksi (B-Roll), Webseries (informasi dari narator), Film Besar (sepenuhnya narasi orang lokal).

b. KNOW YOUR GEAR

membawa alat-alat yang dibutuhkan seperti kamera, hard drive, laptop, lensa, microphone external.

c. PLAN YOUR SHOTS

saat terjun ke lapangan teknis shooting dan riset destinasi berpengaruh hasil film.



Bagaimana Respon yang Baik untuk Antisipasi Kendala Dalam Mendokumentasikan Film?

Back-up, dan mengorganisasikan penamaan file saat disimpan di hard drive. Sistem foldering (lokasi -> tanggal -> author), sistem penamaan atau pembuatan schedule (nama file, code 1, code 2,..) dilakukan setiap malam setelah pengambilan data.

Teknis Saat Proses Pengambilan Footage Film

Melihat petunjuk teknis (juknis) untuk kode teknis shoot. Teknis tersebut terdiri dari: 1. Camera Shot Size (Establishing shots untuk mengenalkan scene, Full and Wide shots untuk interaksi manusia dengan lingkungan, Medium shot/close-up untuk wawancara, Close-up shots untuk detail kegiatan) 2. Camera Shot Focus (deep focus shot untuk keseluruhan, shallow focus shot untuk penegasan atau emphasis) 3. Camera Angle (eye level, shoulder level, high angle, low angle, overhead angle, aerial shot) 4. Camera Movement (dolly, zoom, panning, tilting, tracking, static)

Proses Produksi Film Pasca Kepulangan Tim Ekspedisi (Editing)

Dengan offline editing, prosesnya terdiri dari mengorganisasikan sistem foldering di editing software, membuat narasi, menyusun dan mengedit clip, colour correcting and grading, audio mastering dan finalisasi berupa pengecekan kembali.

Yasfi Universitas Indonesia (Simulasi Film)