kelas sabtu: volume 3.2



Kelas Sabtu seri kelima mengundang Reginaldo Christophori Lake yang merupakan dosen teknik arsitektur di Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang. Beliau juga merupakan penulis dari buku “Gramatika Arsitektur Vernakular Suku Atoni di Kampung Adat Tamkesi di Pulau Timor” dan “Menelusuri Arsitektur Vernakular NTT seri I”. Topik webinar kali ini membahas mengenai konsep bermukim suku Atoni dengan melihat karakteristik wilayah, sistem kemasyarakatan, Feto-mone, sistem religi, dan kekuasaan. Selain itu, membahas mengenai arsitektur vernakular di kampung adat Tamkesi dengan melihat lingkungan sekitar, lingkup siklus, tapak dan zonasi, jenis-jenis arsitektur, dan elemen struktur.



Masyarakat Adat dan Budaya

“Terdapat dua sebutan untuk suku Dawan, yaitu Dawan R dan Dawan L, dikategorikan karena pengucapan yang berbeda. Mereka memiliki konsep tata gender, peto dan koner, biner dari laki laki dan perempuan. Mereka juga menggunakan kain, ada tais untuk laki laki dan beti untuk perempuan. Ume lopo dan ume kebubu, tipologi bangunannya juga merepresentasikan tata gender.”

“Titik suci biasanya berada di atas bukit dan dalam skala wilayah, titik suci ini berupa batu tertinggi di puncak Tamkesi. Ritual tiap tahun biasanya dilakukan pada bulan November.”

“Di daerah Tamkesi pada bagian pagarnya terdapat titik senjata. Biasanya suku Pagaga sebagai suku panglima daerah (berada di paling depan) berada di puncak tertinggi dan dibelakangnya terdapat jurang, sehingga musuh akan kesulitan untuk menyerang.”

Untuk penjelasan lebih lengkapnya dapat menyaksikan tayangan ulang di bawah ini atau melalui kanal youtube kami di ‘Ekskursi Arsitektur UI’.