kelas sabtu: volume 3.1

Kelas Sabtu seri keempat mengundang Yohanis Lite sebagai anak muda asli dari Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, Timor Tengah Utara (TTU), NTT, untuk bercerita mengenai aktivitas masyarakat Atoni berdasarkan perbedaan aktivitas anak-anak hingga dewasa, perbedaan menurut gender, serta perbedaan menurut status sosial dan marga.

Kegiatan Anak-Anak di Inbate dan Membantu Orang Tua

“Jam 6 sudah bangun untuk persiapan sekolah sampai siang. Lalu membantu ibu memasak atau kasih makan ternak.” “Pulangnya mengambil air/masak. Mengambil air soalnya agak jauh. Kasih makan ternak. Sumber air jaraknya bisa 1 kilometer.” “Beternak sapi, kambing, babi. Lahannya individual.”

Tungku

“Biasanya ketika panen jagung dibawa ke loteng (rumah). Di bawah loteng ada beberapa kayu untuk menggantung jagung di tengah rumah. Nanti tungku persis di tengah rumah, selain untuk memasak, asapnya itu naik untuk mengasapi jagung itu.”

Berkebun dan Ritual

“Kumpul di rumah (untuk) mengadakan ritual dulu. Lalu menebas belukar. Setelah kering baru dibakar sambil dijaga agar tidak terbakar semua. Saat menanam menggunakan kayu yg dibuat tajam lalu ditusuk ke tanah kemudian dimasukkan padi.” “Perkebunan selalu berpindah, jadi tidak berturut-turut di kebun yang sama. Tahun ini kebun A, tahun depan kebun B. Setelah dipanen dilepas dulu sampai pohonnya tumbuh. Lalu dibakar agar tanahnya subur. Setelah panen tidak langsung dimakan, harus diadatkan dulu. Kalau lgsg dimakan bisa saja mendapat musibah, seperti sakit.”

Makan Bersama

“Terdapat ritual ibu-ibu yang membawa bahan makanan ke kebun untuk para pria yang bekerja. Jadi makannya di kebun, misal jagung, nasi, ayam, dan nanti di kebun itu baru dimasak bersama-sama. Ada anak-anak muda perempuan juga yang membantu untuk memasak bersama ibu-ibu.” Untuk cerita lebih lengkapnya dapat menyaksikan tayangan ulang di bawah ini atau melalui kanal youtube kami di ‘Ekskursi Arsitektur UI’.